Siapa yang tidak kenal dengan STAN (Sekolah Tinggi Akuntansi Negara), Sekolah Tinggi ini merupakan Sekolah Kedinasan milik Departemen Keuangan yang menjadi Sekolah Tujuan Favorit, bisa dibayangkan setiap tahun siswa yang mendaftar ke STAN angkanya mencapai Puluhan Ribu bahkan Ratusan ribu, Tahun ini saja pendaftar mencapai angka 90.000-an.
Tapi tahukah Anda, banyak lulusan STAN yang menyelesaikan pendidikan Sarjana Strata Satu (S1)-nya di STIE Swadaya, artinya banyak lulusan STAN yang mempercayakan jenjang pendidikan untuk menyelaraskan karirnya di tempat bekerjanya ke STIE Swadaya.
Saya termasuk salah satu alumni STAN yang memilih STIE Swadaya dalam mengejar gelar S1, disamping lokasi strategis yang tidak jauh dari tempat tinggal, STIE Swadaya memiliki akreditas "A" yang memang menunjukkan kualitasnya, disisi lain juga ternyata banyak temen-temen alumni STAN lainnya yang juga masuk ke STIE Swadaya.
Kalau masalah pengajar, menurut saya sudah bagus dan berkualitas, mereka terdiri dari akademisi dan profesional, jadi tentu saja masyarakat tidak ragu untuk bisa belajar disini.
Selengkapnya...

Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Swadaya atau lebih dikenal STIE Swadaya yang beralamat di Jalan Jatiwaringin Nomor 36 Jakarta Timur ini, bisa menjadi salah satu rujukan Sekolah Tinggi untuk Anda atau anak-anak Anda dalam meraih gelar Sarjana Strata Satu (S1).
Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Swadaya merupakan salah satu Sekolah Tinggi yang memiliki akreditas A, akreditas ini tentu tidak dengan mudah diperoleh begitu saja, Kualitas dari Sekolah, Dosen/Pengajar, lulusan /Alumni Swadaya, fasilitas pendidikan yang dimiliki, Manajemen dan lain-lain merupakan tolok ukur mengapa STIE ini meraih akreditas A.
Dengan Akreditas ini tentu menjadi acuan para orang tua untuk mempercayakan anak-anaknya untuk dapat merengkuh gelar kesarjanaan di Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Swadaya, Akreditas A ini juga merupakan salah satu bentuk manifestasi kepercayaan masyarakat untuk dapat menerima sekolah menjadi tempat menitipkan harapan mereka untuk membangun bangsa Indonesia menjadi bangsa yang maju dan bersaing.
Selengkapnya...
Ingat tanggal 31 Maret 2009 ?
Yang pasti pada tanggal ini ada 2 (dua) moment yang saya ingat, yang pertama adalah berhubungan dengan tulisan saya sebelumnya, masih kah Anda ingat? ya betul sekali, bagi warga negara dan masyarakat yang baik, tentu harus selalu ingat akan kewajiban kita yaitu melaporkan SPT Tahunan Pajak Penghasilan Orang Pribadi, nah siap-siap saja yang tidak taat, maka negara akan menganakan sanksi tegas lho!, pada tanggal ini biasanya petugas pajak atau fiskus di setiap kantor pelayan pajak, terasa lebih sibuk dari biasanya, ini tentu diakibatkan oleh para wajib pajak yang kurang disiplin dalam melaporkan SPT-nya, padahal negara dalam hal ini Direktorat Jenderal Pajak memberikan batas waktu yang cukup panjang bagi setiap warga negara untuk mengisi SPT.
Yang penting kita sudah melaporkan SPT, bagi yang belum, lainkali jangan melakukan hal tersebut, karena jika kita tidak melaporkan SPT, maka kita cerminan orang yang tidak taat kepada pemerintah.
Nah hal yang kedua yang saya ingat adalah, hari ini merupakan batas waktu postingan Djarum Black Blog Competition lho, bagi para blogger yang mengikuti Djarum Black Blog Competition, tentu sudah mengetahui hal ini, atau bagi yang belum, mudah-mudahan setelah membaca artikel saya jadi ingat.
Alhamdulillah, selama dua bulan keikut sertaan dalam Djarum Black Blog Competition ini, saya sudah berhasil membuat 20 lebih artikel yang merupakan persyaratan perlombaan, bagi saya membuat 20 lebih artikel yang harus memasukkan kata kunci tentu tidak semudah yang dibayangkan. Kita harus bisa menghubungkan kata kunci dengan isi artikel yang kita buat, tapi ya....saya sangat bersyukur atas usaha ini, tinggal tunggu hasil, mudah-mudahan mendapatkan yang terbaik bagi saya.....amien.
Kalau saya menilai, ternyata para blogger itu memang super kreatif, dari beberapa blog yang ikut serta dalam Djarum Black Blog Competition ini, sempat saya buka blognya, ternyata memang ide-ide mereka patut diapresiasi, mudah-mudahan kerja keras mereka juga mendapatkan hasil yang lebih baik
Bravo Blogger Indonesia
Selengkapnya...
Djarum Black mania, beberapa hari ini Jakarta dan beberapa kota lain di Indonesia, diramaikan oleh kampanye partai-partai peserta pemilu 2009, memang saat ini merupakan masanya kampanye, tak jarang kampanye ini memacetkan lalu lintas, karena banyaknya peserta kampanye yang menggunakan jalan raya dalam melaksanakan hajatnya, bahkan ada partai besar yang menyewa bus-bus angkutan umum untuk mengangkut masa kampanye ketempat tujuan kampanye, akibatnya banyak penumpang yang kesulitan mencari bus untuk bekrja atau bahkan pulang kerumah.
Dinegeri ini, memang masih menjadikan kampanye mengumpulkan massa disuatu tempat sebagai cara untuk menunjukkan eksistensi partai mereka dinegeri ini, dan cara mengumpulkan massa adalah cara yang paling banyak diminati sebagian besar partai, padahal cara ini bisa mengeluarkan banyak biaya, sebagai contoh nyata kampanye partai yang bergambar pohon beringin kemaren, menghabiskan dana 3,5 milyar untuk menggelar kampanye di gelora Bung Karno, dana yang tidak sedikit ini menurut berita sudah diminimalkan dari rencana sebelumnya, waw….berapakah dana yang direncanakan sebelumnya?
Disela-sela partai politik berpesta menunjukkan kekuatan mereka, tiba-tiba berita bencana (red: badnews, blacknews sedikit maksa bukan black in news) timbul, Jebolnya situ Gintung , Cirendeu Ciputat Tangerang Banten, seolah mengingatkan mereka yang penuh dengan janji memeperjuangkan nasib rakyat, untuk benar-benar melaksanakan janjinya yang selama ini hanya sebatas janji kampanye. Bencana ini memakan korban kurang lebih100-an orang meninggal dunia (sumber berita detik.com meninggal kurang dari 100 orang dan hilang kurang dari 100 orang), Saya pribadi turut berduka cita atas bencana ini, mudah-mudahan amal sholeh yang meninggal diterima di sisi-Nya, dan keluarga yang ditinggalkan bisa bersabar atas bencana yang menimpanya.
Partai politik dan tokohnya kemudian berebut simpati para korban bencana dan mungkin para pemilih lain dengan berbagai triknya, ada yang langsung meninjau lapangan, ada yang membatu dengan dana yang diumukan dimedia informasi umum, ada yang berusaha menggalang dana, mudah-mudahan yang ini bukan berita buruk alias badnews, kita lihat sisi positifnya sajalah, mereka benar-benar membantu dari hati nurani, bukan karena ingin meraih simpati menjelang pemilu. Ya….masyarakat kini sudah bisa melihat dan menilai mana yang tulus membantu dan mana yang cuma meraih simpati.
Selengkapnya...

Perkembangan zaman memang selalu diikuti oleh perkembangan teknologi, perkembangan teknologi membentuk sebuah budaya mode, yang menunjukkan bahwa mode tersebut merupakan era di zaman tersebut, pada awal kemunculannya, mobile phone atau sering kita sebut handphone, merupakan barang yang tergolong mewah, sehingga siapa saja yang membawa handphone ditangannya seolah memiliki nilai tersendiri yang lebih dibanding dengan yang tidak membawanya, bagaimana tidak harga handphone memang tergolong mahal pada saat itu, tidak banyak orang yang mampu untuk memilikinya.
Coba kita lihat sekarang, hampir semua orang memiliki handphone, karena harganya relatif terjangkau, sehingga barang tersebut dapat dibeli oleh siapasaja baik dari kalangan atas, menengah sampai dengan kelas bawah, bahkan sudah menjadi tren setiap orang memiliki dua handphone, yang satu GSM dan yang satu CDMA, jadi bukan hal yang luar biasa pada saat sekarang orang memiliki handphone.
Handphone yang pertama saya beli adalah handphone motorola T190 atau orang biasa menyebutnya “Tigo”, handphone ini menyandang gelar handphone “sejuta umat”, karena banyak sekali orang yang memilikinya, selain lebih murah (pada saat itu), fitur yang ditawarkan mudah difahami alias lumrah, sehingga setiap orang dapat memakainya tanpa kesulitan berarti, bahkan ibu-ibupun menyukai menggunakan handphone tersebut.
Setelah beberapa lama, handphone tersebut saya berikan kepada ibu saya, dan ternyata ibu sayapun menyukainya, sehingga saya berusaha mencari penggati handphone tersebut, setelah menimbang-nimbang uang didompet akhirnya saya memutuskan untuk membeli handphone baru Nokia 8250, beberapa bulan kemudian ternyata handphone type ini juga meraih gelar yang sama dengan handphone Motorola T190 yaitu handphone sejuta umat, sehingga tak jarang saya melihat handphone ini disepanjang jalan yang saya lewati.
Saat ini saya berfikir bahwa fungsi utama handphone adalah untuk berkomunikasi, jadi bukan merupakan prioritas utama untuk membeli handphone yang mahal, ketika saya membaca sebuah artikel di media massa, bahwa ada sebuah handphone baru yang ingin menjadi handphone sejuta umat, saya kembali teringat atas 2 handphone yang sebelumnya saya miliki, handphone tersebut adalah blackberry, hampir disemua tempat ada iklannya, bahkan beberapa boss ditempat saya bekerja juga sudah memegang handphone tersebut.
Tapi ketika saya cek harga, wah harganya terlalu tinggi untuk ukuran saya, saya lebih memprioritaskan kuliah saya daripada memikirkan untuk memiliki handphone tersebut, walaupun dalam hati kecil ingin juga memilikinya. Bahkan ketika saya membuka blog saya dan tidak sengaja membuka iklan Djarum Black Blog Competition, ternyata menyediakan hadiah Blackberry, wah tertarik juga tuh, saya coba ikut lombanya, siapa tahu rezeki saya untuk mendapatkan hanphone tersebut, walaupun ketika pertama saya buka blog kompetisi tersebut, persyaratannya lumayan tidak mudah.
Bayangkan saja, Djarum Black Blog Competition, setiap peserta harus dapat membuat artikel minimal 20 artikel dimana setiap artikel harus memasukkan minimal dua kata kunci, nah ini nih kata kuncinya yang lumayan sulit untuk bisa dikembangkan dalam artikel :
1. Djarum Black
2. Djarum Black Slimz
3. Djarum Black Slimznation
4. Djarum Black Motodify
5. Djarum Black Night Slalom
6. Autoblackthrough
7. Autoblackthrough goes to campus
8. Blackinnovationawards
9. Blackinnovationawards goes to campus
10. Black In News
11. Black Car Community
12. Black Motor Community
13. Black Community
Tapi gak papa, siapa tahu rezeki saya mendapatkan blackberry curve 8310, atau bahkan note book ACER Aspire One A150, yang penting usaha maksimal dulu, untuk dapat memenuhi persyaratan kompetisi, mengenai hasil saya serahkan kepada yang diatas.
Selengkapnya...
Sepulang aktivitas bekerja, tak sengaja saya melihat running text disalah satu stasiun televisi swasta, dan saya membaca bahwa salah satu capres partai besar mengadakan pertemuan dengan para blogger, wah.....saya selaku blogger tidak merasa heran, kenapa para capres negara tercinta ini melirik blogger sebagai calon pemilih presiden yang sangat potensial.
Blog yang saat ini sudah merupakan lifestyle dan kebutuhan masyarakat, menjadi penting bagi mereka (para Capres) untuk meraih suara sebanyak mungkin, bayangkan saja program sejuta blogger yang berhasil menarik perhatian masyarakat untuk mengenal blog-blog sebagai media mengekploitasi kemampuan diri, sebagian besar dari blogger tentu berada pada kisaran umur yang memenuhi untuk dapat menyalurkan suaranya dalam Pemilu mendatang, jadi sekali lagi tidaklah mengherankan jika para capres melakukan hal tersebut.
Blog mampu membuat suatu jaringan tanpa batas didunia ini, setiap orang dibelahan bumi manapun dapat berinteraksi melalui blog ini, tentu ini merupakan strategi yang tidak bisa dilewatkan begitu saja, Capres yang jeli akan informasi media elektronik berbasis komputer, tentu akan menggunakan fasilitas ini sebagi salah satu strategi mereka meraup suara besar.
Sebagai contoh lomba-lomba blog yang diselenggarakan awal tahun ini seperti Bugiakso Blog Competition, dalam ajang yang bertemakan “aku untuk negeriku” ini mampu menyedot lebih dari 1000-an blogger untuk bersaing memperebutkan hadiahnya, Djarum Black melalui ajang Djarum Black Blog Competition yang sampai saat ini masih dalam masa pendaftaran dan penjurian, untuk sementara juga mampu mendekati angka 1000-an blogger, begitu juga dengan Djarum Black Innovation awards dan lomba-lomba blog lainnya, tentu dipadati oleh ribuan blog yang terdaftar, belum lagi yang memang tidak ikutserta dalam lomba-lomba tersebut. Hal ini tentu menunjukan bahwa jumlah blogger tidaklah kecil.
Para capres yang mampu mebuat opini yang baik terhadap publik blogger atas pencalonannya, tentu akan mendapatkan dukungan yang lebih besar pula, yang saya tahu ada beberapa capres yang aktif terhadap eksistensi blogger adalah Prabowo Subiyanto dari partai Gerindra, Jusuf Kalla dari partai Golkar dan Bugiakso sebagai cucu Jenderal Sudirman, para capres tersebut tentu mampu membaca situasi yang berkembang saat ini untuk dapat menjadikan nya sebagai orang nomor wahid dinegeri ini.
Kalau para calon anggota legislatif sudah tidak terhitung jumlahnya yang menggunakan blog sebagai media untuk menawarkan diri sebagai calon anggota legislatif, selain dapat diakses oleh siapapun, blog merupakan media iklan yang sangat murah, apalagi jika mengambil layanan gratis, tentu akan menghemat biaya pengeluaran mereka untuk dapat dikenal oleh masyarakat.
Selengkapnya...